Efektivitas Beberapa Mikroba Entomopatogen Terhadap Intensitas Serangan Hama Penggerek Batang Padi Putih (Schirpophaga Innotata Walker)
DOI:
https://doi.org/10.59638/jai.v2i02.78Keywords:
Mikroba Entomopatogen, hama penggerek batang padi putihAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas beberapa mikroba entomopatogen terhadap intensitas serangan hama penggerek batang padi putih. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Maros dan di Desa Allaere Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros di atas ketinggian 35 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Adapun perlakuan yang dilakukan yaitu : P0 = Kontrol, P1 = Beauveria bassiana 4 gr/l, P2 = Metarhizium anisopliae 4 gr/l, P3 = Bacillus thuringiensis 4 cc/l air, dan P4= Beauveria bassiana + Bacillus thuringiensis + Metarhizium anisopliae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 (Beauveria bassiana 4 gr/l) pada pengamatan intensitas serangan 7,92, jumlah anakan produktif 14,60, jumlah produksi panen 2,833 kg/ha, bobot 1000 bulir 26,90 gr. Perlakuan ini sangat efektif untuk mengendalikan serangan hama penggerek batang padi putih (Schirpophaga innotata Walker)
Downloads
References
Badan Pusat Statistik, 2016. Statistik Indonesia Tahun 2016. Jakarta, Pusat : Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik, 2018. Statistik Indonesia Tahun 2018. Jakarta, Pusat : Badan Pusat Statistik.
Dai, C.C., Yu By, and X. Li. 2008. Screening of Endophytic Fungi that Promote the Growth of Euphorbia Pekinensis. African Journal of Biotech 7(19): 3510-5.
Djakamiharja, S. 1994. Penanaman varietas padi untuk musim hujan dan musim kemarau disertifikasi atau wilayah pengembangan pertanian di Jawa Barat. Jurnal Penelitian Lemlit Unsil, 3 (2) : 17-22.
Dwipayana G.A.O. 2013. Pengaruh aplikasi beberapa konsentrasi formulasi kering jamur Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin isolat Tegineneng terhadap mortalitas hama pengisap buah kakao (Helopeltis spp.) di Laboratorium. (Skripsi).Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Erdiyanto E. 2013. Pengaruh konsentrasi formulasi kering Metarhizium anisopliae isolat dari Yogyakarta terhadap mortalitas kepik penghisap buah kakao (Helopeltis spp.). (Skripsi). Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Gabriel, D. R., B. L. Ashar, dan D. Darmadi. 2015. Prakiraan serangan opt utama padi musim tanam tahun 2015. Majalah Peramalan OPT 14(1):5-7. Balai Besar Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (BBPOPT). Karawang. Jawa Barat.
Gao, F.K., C.C. Dai, and X.Z. Liu. 2010. Mechanism of Fungal Endophytes in Plant Protection Against Pathogens. African J. of Microbiol Research 4(13): 1351-46.
Handayanto dan Hairiah. 2009. Biologi Tanah Landasan Pengelolaan Tanah Sehat Cetakan Ke 2. Yogyakarta: Pustaka Adipura.
Hasnah., Sussana dan S Husin. 2012. Keefektifan Cendawan Beauveria bassiana Vuill terhadap Mortalitas Kepik Hijau Nezara viridula L. Pada Stadia Nimfa dan Imago. J. Floratek. 7: 13-24.
Indriyati. 2009. Virulensi jamur entomopatogen Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin terhadap kutu daun (Aphis spp.) dan kepik hijau (Nezara viridula). J. HPT Tropika 9(2): 92-98.
Kartika, T. 2013. Viabilitas, parameter dan tolak ukur viabilitas benih, dalam Widajati, E, Murniati, E, Palupi, ER, Kartika, T, Suhatono, MR, & Qadir, A (eds.)1, Dasar ilmu dan teknologi benih, IPB Press, Bogor.
Khaeruni A, Rahayu dan Nenden TP. 2012. Isolasi Bacillus thuringiensis Berl. dari Tanah dan Patogenisitasnya Terhadap Larva Crocidolomia binotalis Zell. Pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Agroteknos. Maret 2012 Vol.2. No.1. hal. 21-27.
Lacey, L.A., R. Frutos, H.K. Kaya., and P. Vail. 2001. Insect patogen as biological agents: do they have a future. Journa Biological Control,21:230-248.
Lui HL & Bauer LS. 2006. Susceptibility of Agrilus planipennis (Coleoptera : Buprestidae) to Beauveria bassiana and Metarhizium anisopliae. J. Econ. Entomol. 99(4):1096-1103.
Marwoto. 2007. Dukungan pengendalian hama terpadu dalam program bangkit kedelai. Iptek Tanaman Pangan 2(1): 79–92.
Mulya, K., S. Rusli, Supriyadi, E. A. Wikardi, M. Djazuli,E. Karmawati, D. Manohara, dan O. Rostiana(Ed.). 2002. Prosiding Seminar Nasional danPameran Pertanian Organik. Jakarta, 2-3 Juli.
Prayogo Y., W Tengkano dan Marwoto. 2005. Prospek Cendawan Entomopatogen Metarhizium anisopliae untuk Mengendalikan Ulat Grayak Spodoptera litura pada Kedelai. J. Litbang Pertanian. 24(1): 19-23.
Saranga, A.P. dan V.S Dewi. 2014. Hama dan penyakit tanaman pangan serta pengelolaannya. Dua Satu Press, Makassar, 154 hal.
Saputra Z. 2013. Pengaruh aplikasi beberapa konsentrasi formulasi kering Metarhizium anisopliae isolat Tegineneng terhadap mortalitas hama pengisap buah kakao (Helopeltis spp.). (Skripsi). Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Sauki A, Nugroho A dan Soelistyono R. 2014. Pengaruh Jarakn Tanam dan Waktu Penggenangan pada Metode SRI (System Of Rice Intensification) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L) Jurnal Produksi Tanaman 2(3): 121-127.
Soundarapandian P & Chandra R. 2007. Produksi Massal Jamur Endomopatogen Metarhizium anisopliae (Deuteromycota: Hyphomycetes) di laboratorium. Res. J. Microbiol. 2(9): 690-705.
Suharto (2007). Pengenalan dan Pengendalian Hama Tanaman Pangan. ANDI, Yogyakarta.
Syahri dan R. U. Soemantri. 2016. Penggunaan varietas unggul tahan hama dan penyakit mendukung peningkatan produksi padi nasional. Jurnal Litbang Pertanian 35(1):25-36.
Trizelia. 2005. Cendawan entomopatogen Beauveria bassiana (Bals) Vuill,(Deutromycota: Hyphomycetes): Keragaman genetik, Karakterisasi fisiologi,dan virulensinya terhadap Crocidolomia pavonana (F.) (Lepidoptera:Pyralidae). [Disertasi]. IPB Bogor.
Waqas, M., A.L. Khan, M. Kamran, M. Hamayun, S.M. Kang, Y.H. Kim, and I.J. In-Jung Lee. 2012. Endophytic Fungi Produce Gibberellins and Indoleacetic Acid and Promotes Host-Plant Growth during Stress, Molecules 17: 10773-542012.















